Dinkes Depok Sosialisasi Terkait Penanggulangan Tuberkulosis, Aspemkesra

Komunitas  
Dinkes Kota Depok gelar Sosialisasi dan Koordinasi Terpadu Lintas Program dan Lintas Sektor Kampung Peduli Tuberkulosis Kota Depok, Senin (29/08/2022).
Dinkes Kota Depok gelar Sosialisasi dan Koordinasi Terpadu Lintas Program dan Lintas Sektor Kampung Peduli Tuberkulosis Kota Depok, Senin (29/08/2022).

ruzka.republika.co.id--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menggelar pertemuan dalam rangka Sosialisasi dan Koordinasi Terpadu Lintas Program dan Lintas Sektor Kampung Peduli Tuberkulosis (Kapitu) Kota Depok di Balai Kota Depok, Senin (29/08/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sri Utomo dan diikuti lurah, camat, serta puskesmas se-Kota Depok.

Dalam arahannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis sangat penting. Karena dapat mendorong tercapainya target program.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Masyarakat perlu terlibat aktif sesuai kondisi dan kemampuan, sebab Tuberkulosis dapat ditanggulangi bersama,” tuturnya.

Menurut Sri, peran dan kegiatan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan dalam penanggulangan Tuberkulosis dapat terwujud melalui koordinasi dan komunikasi yang baik.

"Mereka dapat dilibatkan dalam penjangkauan orang terduga Tuberkulosis pada kelompok rentan atau khusus," terangnya.

Ia menambahkan, masyarakat dan organisasi masyarakat juga dapat memberdayakan pasien, mantan pasien, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan kepatuhan berobat dan kualitas layanan.

“Semoga dengan strategi tersebut dapat meningkatkan temuan kasus, pelaporan, dan cakupan pengobatan, sehingga dapat menurunkan penularan Tuberkulosis melalui pembentukan Satgas KAPITU,” jelas Sri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati menuturkan, pihaknya telah membuat inovasi KAPITU sejak tahun 2021. "KAPITU tersebut merupakan wadah dalam penanggulangan Tuberkulosis di suatu kampung atau kelurahan," ungkapnya.

Lanjut Umi, KAPITU tersebut dilembagakan melalui pembentukan Satgas KAPITU. Yang terdiri dari tenaga kesehatan, Pokja Sehat Kelurahan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan akan lebih baik lagi jika ada pelibatan dari pihak swasta.

“Diharapkan melalui KAPITU dapat menanggulangi permasalahan TBC di Kota Depok. Tentu dengan peran serta lintas sektor di tingkat wilayah,” harapnya. (Rusdy Nurdiansyah)

Berita Terkait

Image

Catat Tanggalnya, Dinkes Depok Kembali Gelar Vaksin Covid-19

Image

RSUI Raih Penghargaan Rumah Sakit Berprestasi Tingkat Kota Depok

Image

Bulan Imunisasi Anak Nasional Diperpanjang Hingga 16 November

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

ruzka.republika@gmail.com/0818701344

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image