Peluncuran Buku Antologi Puisi Nurhadi Emsa, X Di mana Kau, di Kolong Fly Over Depok
ruzka.republika.co.id--Koloni atau Kelompok Seniman Ngopi Semeja yang dipimpin oleh Jimmy Johansyah dan Badri QT kembali meluncurkan buku antologi puisi yang berjudul X Di mana Kau.
Peluncuran buku bernuansa religius ini berlangsung pada 11 November 2023 di Kolong Fly Over Jalan Arief Rahman Hakim Depok Baru. Kolong fly over tersebut disulap menjadi Tanan Sastra oleh para penyair/penulis dan seniman Depok.
Pembahas antologi puisi Zakaria Sorga (Zak Sorga), Eki Thadan dan moderator Oktavianus Masheka. Ketiganya aktif di dunia film, teater, dan puisi.
Pada antologi itu Zak Sorga membahas tentang kualitas dan isi puisi yang menurutnya tatkala dibaca di halaman awal kurang begitu menarik.
Namun jika dibaca mulai dari halaman terakhir hingga ke halaman depan, barulah ditemukan makna tersirat dari religiusitas tentang pemaknaan puisi yang ada di dalam buku antologi berjudul X Di mana Kau tersebut.
Diskusi berlangsung alot, sebab para penanya yang rata-rata sastrawan, ahli bahasa, dosen, pelukis juga penyair, mempertanyakan dari beragam sisi, misalnya tentang pemakaian Ejaan Yang Disempurnakan, penggunaan huruf besar, serta keterkaitannya dengan pemahaman puisi yang terdapat di dalam Licentia Poetika.
Baca Juga: Rumput JIS Menuai Pujian Peserta Piala Dunia U-17
Masukan yang bermanfaat dari dosen IKJ Dr. Citra Smara Dewi, pelukis Jenny Mahastuti, dosen jurnalistik sekaligus mantan wartawan Sinar Harapan Arief Djoko Wicaksono, sastrawan Remy Novaris, juga menjadi catatan penting yang perlu diketahui oleh generasi muda tentang puisi, seni lukis, visual art, proses pembuatan buku, sastra digital, EYD, dan dunia kepenulisan atau literasi.
Pertemuan spesial dengan frasa edisi khusus peluncuran antologi puisi ini, diharapkan dapat menjadi rutinitas yang positif bagi generasi muda untuk lebih mencintai dunia sastra atau kepenulisan.
Sebab menurut Eki Thadan selaku sosok yang menerbitkan buku ini, "menulislah selama masih bisa menulis."
Baca Juga: Hari Penglihatan Sedunia 2023, Dinkes Depok Bagikan Kaca Mata Gratis Bagi Pelajar
Dan, Okta Masheka sang moderator menambahkan bahwa orang yang menulis adalah mereka yang memiliki empati terhadap beragam.kehidupan di dunia ini.
Melalui menulis, semuanya memiliki data base yang tercatat dengan baik tentang masa lalu dan masa kini. "Salam puisi Indonesia." Kata Okta Masheka.
Reporter: Fanny J.Poyk