UI Raih Sertifikat Akreditasi Unggul Sebagai Perguruan Tinggi

Info Kampus  
UI raih Sertifikat Akreditasi Unggul sebagai Perguruan Tinggi.
UI raih Sertifikat Akreditasi Unggul sebagai Perguruan Tinggi.

ruzka.republika.co.id--Kepala Badan Penjamin Mutu Akademik (BPMA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Sri Hartati Dewi Reksodiputro, Ph.D., menyampaikan bahwa Universitas Indonesia memperoleh akreditasi unggul setelah melalui beberapa proses. Predikat “Akreditasi Unggul” berdasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No. 406/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/VIII/2022 pada Selasa, 2 Agustus 2022, berlaku hingga 27 Desember 2022.

“Syukur dan Alhamdulillah, UI dapat memeroleh peringkat akreditasi Unggul. Sebelumnya, UI memperoleh akreditasi A, dan dengan mengisi dan mengajukan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) kepada BAN-PT dapat memperoleh akreditasi Unggul,” ujar Kepala BPMA UI, Prof Sri Hartati Dewi Reksodiputro dalam siaran pers yang diterima, Rabu (14/09/2022).

Pada tahun 2017 UI sudah terakreditasi “A” sesuai dengan Surat Keputusan BAN-PT No 5239/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2017. Kemudian berdasarkan Peraturan BAN-PT No. 2 tahun 2020 tentang Instrumen Suplemen Konversi dan komitmen untuk peningkatan penjaminan mutu akademik, UI mengajukan konversi dari peringkat akreditasi “A” menjadi peringkat akreditasi “Unggul.”Konversi peringkat akreditasi yang diajukan tersebut dilakukan dengan pengisian Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 3.0. ISK APT 3.0 merupakan instrumen akreditasi tambahan yang digunakan untuk konversi peringkat akreditasi perguruan tinggi yang diperoleh dengan instrumen 7 standar (peringkat akreditasi A, B, C) menjadi peringkat akreditasi baru dengan instrumen 9 standar (peringkat akreditasi Unggul, Baik Sekali, Baik).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Proses konversi akreditasi di UI dimulai dengan melakukan persiapan dan perencanaan penyusunan ISK Akreditasi Institusi Perguruan tinggi (AIPT) pada pertengahan tahun 2021 lalu. ISK untuk perguruan tinggi terdiri dari 8 butir penilaian, yaitu dosen tetap perguruan tinggi, dosen tidak tetap, Sistem Penjaminan Mutu Internal, Siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pelampauan SN-DIKTI, mekanisme penjaminan mutu menuju outcome based accreditation, akreditasi program studi, dan publikasi ilmiah.

UI membentuk tim penyusun berdasarkan SK Rektor No. 2510/SK/R/UI/2021 dan SK Rektor No. 170/SK/R/UI/2022 mengenai Pembentukan dan Pengangkatan Tim Kerja Penyusun Instrumen Suplemen Konversi Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Indonesia.

“UI berkomitmen untuk secara berkelanjutan meningkatkan penjaminan mutu akademik dengan mencapai peringkat akreditasi nasional Unggul dan akreditasi internasional untuk program studi,” pungkas Sri. (Rusdy Nurdiansyah)

Berita Terkait

Image

QS Asia University Rankings 2023, UI Posisi 1 di Indonesia

Image

QS Higher Ed Summit: Asia Pasifik 2022, Bahas Tantangan dan Peluang Pendidikan Tinggi

Image

12 Dosen dan Peneliti UI Masuk Worlds Top 2 Scientists 2022

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

ruzka.republika@gmail.com/0818701344

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image