FIK UI Dorong Penguatan Safety Culture Pemandu Wisata Labuan Bajo

Info Kampus  
Civitas akademika dan alumni FIK UI bersama dengan RSUD Komodo Labuan Bajo dan Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat melakukan melakukan pengabdian masyarakat.Foto: Dok. UI
Civitas akademika dan alumni FIK UI bersama dengan RSUD Komodo Labuan Bajo dan Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat melakukan melakukan pengabdian masyarakat.Foto: Dok. UI

ruzka.republika.co.id – Civitas akademika dan alumni FIK UI bersama dengan RSUD Komodo Labuan Bajo dan Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat melakukan melakukan pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat kepada pemandu wisata Labuan Bajo dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di RSUD Labuan Bajo pada Selasa (13/9) lalu.

“Labuan Bajo memang indah, jangan sampai terpukau dengan keindahan tapi kesehatan dan keselamatan diabaikan, ”kata Kepala Dinas Pariwisata Pius Baut melalui keterangannya, Jumat (16/9).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Baca juga: Jadwal BPJS Kesehatan Keliling Cabang Depok Bulan September Wilayah Kecamatan Bojongsari

Pemandu wisata dianalogikan sebagai “the soul of tourism” dan memiliki peran penting dalam kesuksesan kegiatan pariwisata wilayah tersebut.

Pemandu wisata di Labuan Bajo merupakan “first person/agent” dalam kondisi wisatawan mengalami keadaan darurat tersebut.

Sehingga diperlukan wawasan bagi pemandu wisata dalam menangani kondisi tersebut dengan tepat.

Baca juga: Pemkot Depok Bahas Persoalan Sampah dengan Kementerian PUPR

Tim pengabdi sendiri melakukan perjalanan ke tempat wisata di Labuan Bajo sebagai wisatawan sehingga mampu mengidentifikasi potensi-potensi risiko dan bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan selama melakukan perjalanan wisata.

Pemandu wisata memiliki hambatan diantaranya banyak wisatawan yang memaksakan diri melakukan perjalanan wisata di Labuan Bajo.

Hal ini memerlukan kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan screening kesehatan sebelum melakukan perjalanan dengan menanyakan riwayat kesehatan, melihat dari respon non-verbal, dan mengedukasi pemandu wisata.

Baca juga: 60 Riders se-Asia Pasifik akan Rasakan Pengalaman ke Himalaya

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Labuan Bajo, Bapak Sebastian menyampaikan saat ini Labuan Bajo memiliki 400 pemandu wisata yang memerlukan pelatihan terkait ini.

Pada kegiatan ini 13 pemandu wisata di Labuan Bajo yang telah diberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada pemandu wisata.

Tim menyampaikan dahulu materi terkait topik pelatihan tersebut, dan kemudian satu-persatu pemandu wisata yang merupakan peserta mensimulasikan kegiatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) ke alat peraga dan mempraktikkan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Baca juga : Tekan Inflasi, Pemkot Depok Siap Ikuti Arahan Presiden Jokowi

“Pemandu wisata sangat antusias dengan kegiatan ini karena kegiatan ini dianggap sangat dibutuhkan oleh pemandu wisata sebagai salah satu keahlian yang perlu dimiliki,” tutur ketua tim pengabdi dari FIK UI Shanti Farida Rachmi.

Para peserta juga sangat mengharapkan kesinambungan dari kegiatan ini. Sebagai wadah untuk berbagi informasi tim pengabdi dan peserta tergabung dalam sebuah group pada media komunikasi untuk berbagi informasi dan diskusi terkait penanganan kesehatan dan keselamatan para wisatawan di Labuan Bajo.

Kegiatan ini sepenuhnya didukung penuh oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI. (Supriyadi)

Berita Terkait

Image

QS Asia University Rankings 2023, UI Posisi 1 di Indonesia

Image

QS Higher Ed Summit: Asia Pasifik 2022, Bahas Tantangan dan Peluang Pendidikan Tinggi

Image

12 Dosen dan Peneliti UI Masuk Worlds Top 2 Scientists 2022

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image