Edukasi

Workshop Penulisan Kreatif untuk SMA dan Umum, Butuh Kepiawaian Mengolah Kata

Fanny J. Poyk (penulis cerpen, novel, artikel, esai, biografi, puisi, dan jurnalis) sedang memberikan materi penulisan kreatif.

RUZKA REPUBLIKA -- Secara sederhana, pengertian penulisan kreatif bisa mencakup berbagai bidang kepenulisan.

Bisa menulis cerita pendek atau cerpen, puisi baik itu cipta hingga pembacaan puisi, novel, penulisan jurnalistik, artikel, esai dan tulisan lainnya yang membutuhkan kepiawaian di dalam mengolah kata dan merangkaikannya ke dalam kalimat demi kalimat, alinea dan alinea hingga tersusun menjadi sebuah rangkaian tulisan yang asyik dibaca, berbobot serta menambah pengetahuan dan mampu membuka wawasan bagi para pembacanya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Berkaitan dengan kegiatan penulisan kreatif tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Dinas Arsip dan Perpustakaan.

Pemkab Bogor mengadakan program yang diberi nama Bimbingan Teknis Penulisan Kreatif dan Penulisan Fiksi.

Baca Juga: FLS2N, Menemukan Bakat Seni pada Siswa Mulai dari Tingkat Daerah hingga Nasional

Kegiatan yang melibatkan siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), para guru mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, Perguruan Pencak Silat, juga Masyarakat Umum, bertujuan agar literasi dalam khususnya dunia kepenulisan dan membaca semakin disukai oleh umum serta generasi muda.

Para nara sumber dipilih dari berbagai praktisi yang ahli di bidangnya. Mereka adalah Zak Zorga (Sutradara Film dan Penulis Skenario), Fanny J. Poyk (penulis cerpen, novel, artikel, esai, biografi, puisi, dan jurnalis), Sihar Ramses Simatupang (Sastrawan, penyair dan mantan Pemimpin Redaksi Koran Sinar Harapan), Halimah Munawir (novelis, pengusaha), Putra Gara (sastrawan, penulis novel, cerpen, penyair, pelukis dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bogor).

Putra Gatia sekaligus menjadi ketua dari seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Pesona, Caringin, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: TIFA Berikan Penjelasan Tak Bagi Lagi Deviden, Ini Alasannya

Kegiatan berlangsung sejak 14-17 Mei 2024 dan Herman Sahara, jurnalis sekaligus menjadi moderator di setiap program acara.

Kegiatan dengan muatan materi yang padat berkaitan dengan penulisan kreatif ini, menjadi ajang bagi para peserta untuk memperoleh beragam ilmu yang erat kaitannya dengan kata-kata.

Tak hanya menulis kreatif di bidang sastra seperti cerpen atau puisi saja, para nara sumber juga memberikan masukan tentang beragam hal yang berkaitan dengan manners atau etika di dalam berbahasa, penggunaaan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar (EYD), teknik menulis skenario film, menulis dan membaca puisi.

Baca Juga: Momentum Raih Prestasi di Tingkat Nasional, 1.085 Peserta Bersiap Ikuti Turnamen Bulutangkis FISIP UI Open 2024

Lalu cara membuat tulisan jurnalistik, hingga memaparkan karya mereka di akhir acara melalui karya-karya tulis yang mereka buat.

Tak jarang di kegiatan pembacaan puisi, para peserta membacakan puisinya sambil meneteskan air mata. Puisi-puisi yang bertemakan Ibu, membuat mereka terkenang akan pengorbanan ibu mereka.

Peserta yang memang sudah ahli di bidangnya seperti pelukis maupun penulis karya-karya ilmiah, tentu memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda dengan peserta dari tingkat pemula.

Baca Juga: CEO Hopeland Mengikuti Konferensi ICOSTELM di Malaysia

Karya-karya berbobot mereka seperti skenario maupun puisi dan esai, sudah mencerminkan kualitas dari perjalanan karier mereka sebagai pelaku seni.

Meski demikian, kebersamaan yang terjadi di antara sesama peserta dengan tidak membedakan status yang disandang, mencerminkan bahwa kegiatan Penulisan Kreatif ini murni untuk menambah wawasan dan mengembangkan kreativitas yang memang sudah ada di dalam diri setiap manusia.

Begitu pula dengan sesi tanya-jawab, pertanyaan yang dilontarkan merupakan akumulasi dari kegiatan yang mereka ikuti selama beberapa hari.

Baca Juga: Pengunjung Membludak, Pasar Indonesia 2024 di Belanda Sukses Kurangi Potensi Kerugian Peserta Tong-tong Fair

Bahkan ada guru yang bertanya tentang membangkitkan minat baca kepada para siswa yang mulai menurun saat ini, nara sumber memberikan solusi yang juga patut menjadi jalan keluar bagi para guru Bahasa Indonesia yang berada di seluruh belahan negeri ini, yaitu memberi mereka tugas menulis sinopsis dengan judul buku yang sudah ditentukan.

Sinopsis itu berjumlah sekian paragraf berdasar buku yang disarankan guru dan buku itu harus mereka baca. Jika itu terus dilakukan, misalnya sebulan sekali, maka Gen Z yang sekarang lebih mencintai Gadget atau Handphone dan dunia maya mereka, niscaya akan mulai mencintai dunia buku dan dunia baca.

Kegiatan Workshop yang berakhir pada 17 Mei, diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif bagi para peserta juga generasi muda lainnya, bahwa dengan membaca, menulis, mengembangkan kreativitas melalui tulisan.

Baca Juga: Perum Bulog Kembangkan Keunggulan Kompetitif Rantai Pasok Beras melalui Rencana Investasi Strategis di Kamboja

Lalu, dapat menambah wawasan intelektualitas para generasi muda di dalam mengungkapkan pendapat, menyampaikan gagasan, menguasai EYD.

Berani mengungkapkan pendapat melalui argumentasi yang logik, berbobot serta mampu mempertahankan argumentasi baik dalam kata maupun tulisan dengan cermat dan cerdas. Menulis adalah kreativitas tanpa batas.

Penulis : Fanny J. Poyk

Berita Terkait

Image

Cara Cegah Gigi Berlubang pada Anak Lewat Material Fluoride Varnish

Image

Semula Kumuh, Jalan Rangga Gading Bogor Jadi Pusat Kuliner

Image

Pemkot Bogor dan Pemrov Jabar akan Gelar Run 10 K Diikuti Pelari di Indonesia