Peluncuran Album Musikalisasi Puisi Jakarta di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin TIM
ruzka.republika.co.id--Puisi bisa merambah kemana-mana. Bagi masyarakat awam, pemahaman puisi adalah cara membacakannya yang memakai kaidah-kaidah sastra yang ada di dalam puisi itu sendiri. Namun di dalam puisi itu sendiri ada yang disebut dengan nama musikalisasi puisi.
Bertempat di Lt. 4 Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat 3 November 2023, diluncurkan Album Kompilasi Musikalisasi Puisi Jakarta.
Istilah musikalisasi puisi sendiri baru muncul beberapa waktu ini. Pengertian musikalisasi sendiri beragam. Ada yang mengatakan peralatan musik lebih mendominasi ketimbang puisinya itu sendiri, atau sebaliknya.
Baca Juga: Tips-tips dalam Membeli Pakaian Thrift
Baca Juga: Depok Waspada Cacar Monyet, Ini Gerak Cepat yang Dilakukan Dinkes
Baca Juga: Azizah Salsha Bikin Sensi Warganet, Kenapa Emangnya?
Namun Fikar F Weda anggota Dewan Kesenian Jakarta, mengatakan bahwa musikalisasi puisi awalnya dibawakan oleh Kompi (Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia) pada 2006 di Cisarua.
Ide tentang musikalisasi puisi digagas oleh Freddy Siregar ayah dari penyair dan pengelola Teater Sanggar Matahari Almarhum Ane Matahari, Dedi Matahari, dan Devie Matahari.
Genre ini lebih mengetengahkan pada pemaknaan puisi bait demi bait yang erat kaitannya dengan sastra, setelah itu baru masuk ke dalam musikalisasinya.
Baca Juga: Viral! Diet Semangka untuk Menurunkan Berat Badan yang Harus Kamu Ketahui
Baca Juga: Respect! Jajaran Artis Indonesia Ini Gaungkan Dukungan untuk Palestina
Baca Juga: 'Sedang Naik Daun', Ini Deretan Drama Korea Populer yang Diperankan Choi Hyun-Wook
Sedangkan Dedi Matahari pun dengan narasi yang senada mengungkapkan bahwa musikalisasi puisi menitikberatkan pada puisi yang terdiri dari larik demi larik dengan iringan ketukan dari beragam jenis musik baik itu musik tradisional maupun modern.
Demikianlah, puisi yang berada di ruang pemahaman masing-masing pencipta dan penikmatnya yang masuk dalam kebebasan berimajinasi dengan istilah yang disebut licentia poetica, memiliki makna yang dalam dan indah ketika dijadikan musikalisasi puisi.
Begitulah musikalisasi puisi, menarik untuk dinikmati dengan keceiraan dan rasa dalam kalbu yang membuat terbawa dalam jiwa kehidupan.
Penulis: Fanny J. Poyk