Hasil Urban Farming, Warga Kukusan Depok Panen Kangkung
RUZKA REPUBLIKA -- Urban farming (pertanian perkotaan) pada prinsipnya merupakan segala upaya yang dilakukan dalam pemanfaatan ruang atau lahan yang masih ada.
Selama ini, warga Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok memanfaatkan beberapa lahan kosong untuk menanam sayur-sayuran.
Warga yang tergabung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 03 RW 04 menjadikan lahan kosong dengan menanam sayur kangkung di Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya).
Baca Juga: Satlantas Polrestro Depok Razia Motor yang Gunakan Trotoar di Jalan Raya Margonda
Hasilnya, warga bersama Lurah Kukusan, Abdul Manan melakukan panen sayur kangkung yang ditanam di cukup subur.
Panen kangkung bersama masyarakat merupakan salah satu wujud ketahanan pangan di wilayah Kukusan.
“Kami melakukan panen kangkung di halaman Hatinya PKK RW 04 Kukusan. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari ketahanan pangan dan menjadi percontohan untuk masyarakat,” ujar Manan, usai melakukan panen sayur kangkung, Rabu (22/05/2024).
Baca Juga: Disporyata Depok Buka Seleksi Pemuda Pelopor 2024, Silahkan Daftar!
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya didampingi Sekretaris Kelurahan Kukusan Saiful Bahri, Penyuluh Pertanian, PKK dan masyarakat. Ini merupakan panen kedua, setelah bulan Januari juga dilakukan kegiatan yang sama.
“Januari juga pernah dilakukan kegiatan serupa. Hasil dari panen ini kita bagikan kepada warga lingkungan,” terangnya.
Sekretaris Kelurahan Kukusan, Saiful Bahri yang saat itu mendampingi, menjelaskan, sebagian lainnya dari hasil panen kangkung dibawa ke Kantor Kelurahan Kukusan untuk dijadikan contoh kepada masyarakat.
Baca Juga: DP3AP2KB Depok Berikan Bantuan Alat Usaha ke Perempuan Penyintas KDRT
“Kami juga beri edukasi untuk masyarakat, bahwa di Kukusan masih ada lahan tidur yang bisa digarap dan hasilnya bisa dinikmati bersama,” ungkapnya.
Pihaknya, lanjut Syaiful lahan yang digunakan tidak terlalu besar, namun hasil tanam cukup memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kendati lahannya tidak terlalu besar, namun bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mudah-mudahan bisa tetap eksis dan masyarakat lain bisa mengikuti,” harapnya. (***)