Nasional

Politisasi Sampah, TPS Warga di Depok Menggunung, Ini Kata DLHK

Menggunungnya sampah di TPS Jalan Jawa, Perumnas Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Rabu (21/08/2024).

RUZKA REPUBLIKA -- Puluhan warga Perumnas Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok melakukan aksi protes ke pengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Lapangan Jalan Jawa.

Pasalnya, sudah hampir seminggu tampak pandangan yang tak biasa, sampah terlihat menggunung dan meluber hingga ke lapangan dan jalan masuk ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tak hanya itu, juga tampak gerobak-gerobak sampah yang membawa sampah warga tertahan karena diberlakukannya buka tutup.

Baca Juga: Lintasarta Luncurkan GPU Merdeka, AI Cloud Berdaulat Pertama dan Tercanggih, Didukung NVIDIA

Menggunungnya sampah di TPS Jalan Jawa yang berada di tengah kompleks Perumnas Depok Utara itu tentu juga menimbulkan bau tak sedap hingga radius 1 kilometer.

"Ini baru kali ini terjadi. Parah! Baunya tak sedap dan menyengat sekali, sudah sangat menggangu aktivitas warga. Gerobak-gerobak sampah sudah tak boleh buang sampah lagi di TPS Jalan Jawa," ujar seorang tokoh masyarakat, Samsu Rizal, Rabu (21/08/2024).

Menurut seorang penjaga TPU, Taufik, baru kali ini terjadi sampah menggunung di TPS Jalan Jawa. Ini sudah berlangsung 1 minggu. Truk sampah hanya mengangkut sampah 2 hari sekali.

Baca Juga: Aplikasi Pernikahan Muslim, Muzz, Luncurkan Kampanye Kemerdekaan Indonesia & Malaysia untuk Rayakan para Lajang

"Jadi dilakukan buka tutup untuk pembuangan sampah warga," terangnya.

Informasi yang diperoleh, juga diberlakukan buka tutup di Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah Cipayung, karena sedang dalam pembersihan sampah yang longsor menutupi jalan truk sampah.

Menggunungnya sampah tidak hanya di TPS Jalan Jawa, tapi juga terjadi di seluruh TPS-TPS warga lainya yang ada di Kota Depok.

Baca Juga: Klinik Pratama Rawat Jalan PSC 119 Depok Siaga Tangani Kejadian Kegawatdaruratan

Sampah menggunung yang paling parah terlihat di TPS Pasar Kemiri Muka atau di belakang D Mal Depok. Selain itu, TPS di Jalan Tanah Baru juga menggunung dan bahkan meluber ke jalan.

Buka tutupnya TPA Cipayung yang menimbulkan permasalahan sampah menggunung di seluruh TPS di Kota Depok sepertinya langsung dijadikan komoditi politik.

Saling tuding mewarnai darurat sampah yang terjadi di Kota Depok. Para politisi di gedung DPRD Kota Depok menuding, Pemerintah Kota (Pemkot) tak becus mengatasi permasalahan sampah dan akan melakukan audit..

Baca Juga: 25 Tahun Berkarya, Kino Indonesia Menangkan Penghargaan Best Managed Companies 2024

Bahkan, tak hanya di politisasi, warga pun di mobilisasi untuk membuang sampah ke Kantor Wali Kota Depok.

Permasalahan sampah pun juga menjadi isu seksi para bakal calon Wali Kota Depok yang sepertinya sangat peduli dengan melakukan kunjungan ke daerah yang dianggap berhasil mengelola sampah.

Bakal calon Wali Kota Depok, Supian Suri yang juga mantan Sekda Kota Depok merespon dengan melakukan studi banding ke Kabupaten Banyumas yang dianggap sukses melakukan pengelolaan sampah.

Baca Juga: Depok Canangkan Desa Cantik, Upaya Pemenuhan Data untuk Pembangunan

Tak mau ketinggalan, biar juga dianggap peduli persoalan sampah, bakal calon Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono yang juga Wakil Wali Kota Depok melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas.

"Sepertinya ada by disain dan diduga ada pembiaran agar sampah menggunung dan berserakan di Kota Depok. Ini ada kaitannya dengan Pilkada, memainkan politik sampah,"ujar seorang wartawan, Luki yang 'mencium' ada yang ganjil dalam penanganan sampah di TPA Cipayung.

Menurut Luki, kejadian longsornya sampah di TPA Cipayung, bukan kali ini saja terjadi, tapi segera tertangani, tidak sampai 2 atau 3 hari.

Baca Juga: Ini Komitmen Pemkot Depok Sehatkan Masyarakat, Harus Rutin Berolahraga

"Sudah sejak 15 tahun lalu, TPA Cipayung itu overload dan kerap longsor, jadi jangan dijadikan alasan. Kecurigaan saya diduga sengaja diciptakan untuk menuding kegagalan 20 tahun PKS berkuasa dan sasaran terdekat bakal calon PKS yang akan bertarung di Pilkada Depok 2024," jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Abdul Rahman membatah tudingan adanya unsur kesengajaan pembiaran sampah hingga menggunung di seluruh TPS warga di Kota Depok.

"Saya saat ini kerja, kerja, kerja, untuk atasi permasalahan sampah saat ini di TPA Cipayung. Saat ini kami sudah menambah 5 alat berat beko, sehingga menjadi 10 untuk melakukan pembersihan longsoran sampah yang menutupi jalan truk sampah sehingga terjadi antrian pembuangan sampah," ungkap pria yang akrab disapa Abra.

Baca Juga: Merdeka Emisi, DLHK Depok Targetkan Uji 1.500 Kendaraan dalam 3 Hari

Menurut Abra, longsoran sampah di TPA Cipayung terjadi pada Rabu 7 Agustus 2024 lalu yang menutupi satu jalur jalan lalulintas truk pembuang sampah, jadi arus layanan pembuangan sampah terganggu.

"Kami targetkan 4 hari kedepan, pembuangan sampah di TPA Cipayung kembali normal," tegasnya.

Abra mengakui, memang TPA Cipayung sudah overload sampah sejak 2020 yang dipaksa menampung 6.000 ton sampah per minggu.

"Jadi sudah 4 tahun dipaksa tetap menampung sampah 6.000 ton per minggu. Sampah sudah overload, sudah tidak ideal," ungkapnya.

Baca Juga: Akses Testing HER2 Menjadi Kunci Prognosis Pasien Kanker Payudara

Persoalan sampah menjadi, situasi politik semakin memanas, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok yang akan berlangsung pada 27 November 2024. pendaftaran dibuka resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok pada 27-29 Agustus 2024.

Dalam Pilkada untuk Wali Kota/Wakil Wali Kota Depok, saat ini sudah muncul 2 bakal calon yakni Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono versus Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri.

Kedua calon dengan pasangannya yakni :

1. Pasangan Imam Budi Hartono-Ririn Farabi (Imam-Ririn) yang diusung PKS dan Golkar.

2. Pasangan Supian Suri-Chandra Rahmansyah (SS-CR) yang diusung Gerindra, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Nasdem dan PSI).

(***)

Berita Terkait

Image

Kaesang Dituding Bagian Politik Dinasti, Apa Bedanya dengan PKS di Depok